Di latar belakangi keresahan seorang Dr. Lukman Gunarto terhadap kondisi pertanian Indonesia yang masih fokus pada pengunaan pupuk kimia, tanpa menghiraukan unsur penting pada peningkatan produksi pertanian melalui kesuburan biologi.
Teknik pertanian yang hanya berfokus pada pupuk kimia, dinilai oleh Dr. Lukman Gunarto hanya meningkatkan hasil pertanian jangka pendek. Bahkan unsur terpenting dari tanah yaitu hara rusak. Kondisi ini jika dibiarkan dalam jangka panjang dipastikan tanah tidak akan subur dan rusak.
Fakta tanah yang rusak akibat pengunaan pupuk kimia ditemukan, saat ia meneliti tanaman kedelai di Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Maros, Sulawesi Selatan. Namun karena latar belakang akdemik Dr. Lukman Gunarto, yang saat itu hanya ilmu tanah tidak menyurutkan langkahnya mempelajari ilmu baru yaitu mikro biologi.
Era orde baru, berangkatlah Dr. Lukman Gunarto ke Los Baños, Laguna, Filipina untuk mengambilspesialis mikro biologi tanah di University of the Philippines at Los Banos (UPLB) juga dikenal sebagai organisasi penelitian dan pelatihan pertanian D internasional.
Era orde baru, berangkatlah Dr. Lukman Gunarto ke Los Baños, Laguna, Filipina untuk mengambil spesialis mikro biologi tanah di University of the Philippines at Los Banos (UPLB) juga dikenal sebagai organisasi penelitian dan pelatihan pertanian internasional.
Sepulang dari Los Banos, ide pupuk hayati berbahan aktif mikro biologi mulai dikembangkan, namun sebatas pihak swasta yang mensponsori riset dan pengembangan formula tersebut. Bekasi dan Karawang menjadi lokasi uji coba pertama dalam skala luas tahun 1998.
Keberhasilan uji coba disentra produksi beras di Jawa Barat ini, menjadi loncatan diproduksinya formula pupuk hayati buatan Dr. Lukman Gunaro dengan berbagai merk dagang. Namun Dr. Lukman Gunarto tidak puas, lantaran hanya dipasarkan untuk kalangan tertentu saja. Padahal keinginannya, formula pupuk hayati dapat dinikmati seluruh petani Indonesia.
Di bawah bendera PT. Hayati Makmur Nusantara, cita-cita besarnya untuk membantu seluruh petani Indonesia dapat terwujud. EXO GROW adalah produk terbaru dari PT HMN, Pupuk Hayati yang formulasinya lebih unggul karena berbahan aktif 8 mikroba yang terseleksi dari bumi Indonesia.
Masing-masing mikroba diseleksi tidak saja berdasarkan kapasitas melaksanakan fungsinya, tapi juga kemampuannya mengekresi eksopolisakarida. Mikroba yang terpilih juga sudah terindentifikasi berdasarkan molekular basis. Formula yang dikembangkan di EXO GROW ini adalah generasi terakhir yang dikembangkan dari Teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI).
Pupuk berbasis mikro biologi ini, diyakini menjadi solusi kebutuhan petani Indonesia agar tidak bergantung pada pupuk kimia, karena bakteri yang ada di EXO GROW memberi nafas pada tanah, sehingga kualitas dan produksi pertanian meningkat.
PENDIDIKAN
1. Sarjana Pertanian (S1) Jurusan Tanah dan Pemupukan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1978)
2. Doctor of Philosophy (Ph.D.) degree (S3), University of the Philippines at Los Banos (UPLB) majoring in Soil Science/Soil Microbiology (1990)
3. Post Doctoral, Japan International Research Center for Agricultural Sciences, (1995)
AWARDS
1. 1985, Melaksanakan Penelitian di Biological Nitrogen Fixation for South and Southeast Asia, Bangkok, Thailand, sponsor NIFTAL, USA.
2. 1994, Mengikuti Program Post-Doct di Japan International Research Center for Agricultural Scienses (JIRCAS), sponsor Pemerintah Jepang.